Pembantu baru yang bohay..

Aku seorang lelaki hidung belang penikmat berbagai rasa kenikmatan seks dari banyak wanita. Aku sudah beristri dan beranak satu. Aku berpenampilan rapi layaknya bos kayu ,banyak wanita yang menghampiriku. Namaku Dedy, aku sering selingkuh kesana kemari ketahuan terus dengan istriku. Istriku yang berpenampilan biasa saja nggak ada rapi-rapinya.
Membuat aku selalu mencari mangsa wanita jalang. Anakku berumur 23tahun dan 27 tahun yang satu sudah berkeluarga, sedangkan yang anak terakhir masih berkuliah. Anakku cowok semua, mungkin kalau anakku cewek bisa aku nikmati sekalian jika aku kalap. Untung saja anakku cowok, menantuku juga cantik tetapi tidak tinggal bersama ku dia sudah punya rumah sendiri.
Umurku sudah menginjak kepala 5, umur yang sudah tidak muda lagi. Tetapi gairah seksku melebihi anak muda. Aku termasuk hypersek, aku pandai bermain seks. Wanita yang aku jamah pasti meminta lagi dan lagi. Istri dan anakku sudah paham dengan sifatku tetapi aku berlagak sudah insyaf. Diluar aku masih saja mencari pemuas nafsuku, bayar cewek malam itu hobiku.
Untuk berselingkuh dengan satu orang aku nggak biasa karena kerja ku di rumah. Keluar kota nggak mungkin menginap kalau istri tidak ikut. Keluar kota sekalipun istriku pasti ikut dia sudah hafal sifatku. Rasanya bosan banget di rumah setiap hari memandang istriku yang tidak merubah penampilannya. Kalau pas pengen berhubungan ya sekedarnya nggak ada rasa yang nikmat.
Istriku mencari pembantu baru, diamenyuruh mak Ijah untuk mencarikan tetangganya di desa yang mau bekerja disini. Udah seminggu nggak ada pembantu dirumah, rasanya marah terus setiap hari. Telepon berbunyi mak Ijah menelpon aku , dia bilang ada yang mau kerja disini. Masih muda baru lulus SMA berminat menjadi PRT.
Dengan tegas aku menyetujui usulan Mak Ijah tanpa mempertimbangkan dengan istriku. Nggak lama kemudian aku bilang dengan istriku dia juga menyetujuinya. Tumben banget dia setuju mungkin dia udah percaya sama aku kalau aku udah bener-bener insyaf nggak bakalan kepincut dengan daun muda. Dua hari berlalu pembantu itu datang ke rumah.
Dengan membawa tas kecil berpenampilan biasa layaknya orang desa gadis itu datang. Wajahnya yang lugu dan sangat polos sekali. Terlihat malu-malu dengan sedikit senyuman. Istriku mempersilahkan masuk gadis itu namanya Dewi. Dia memperkenalkan dirinya dengan sangat lirih suaranya. Aku yakin ini adalah sasaran empuk, buat pelampiasan nafsu aku.
Dia anak seorang yang kurang mampu bekerja untuk membantu ibunya yang sedang sakit-sakitan di desa. Terlihat parasnya yang cantik lugu dan polos. Aku sudah berfikiran macam-macam tentang gadis itu, rasanya udah nggak sabar pengen menikmati indah perawan desa itu. Dia diantar istriku menuju kamar mak Ijah yang dulu, kamar yang berdekatan dengan anakku.
Kesempatanku luas untuk menikmati gadis desa itu. Setelah masuk ke kamar dia keluar lagi dengan menggunakan rok dibawah lutut kaki yang putih bersih kaos yang dia gunakan ketat. Rasanya ingin segera menerkam gadis itu. Namun aku tahan gairahku kalau aku terburu-buru takutnya istriku curiga.
Dia gadis yang rajin baru sampai aja udah berusaha menyiapkan makanan mencuci baju.Aku harus membuat dia betah tinggal disini. Keesokan harinya saat istriku pergi untuk membeli keperluan dapur.
Kesempatan memang di depan mata, aku dan dewi hanya tinggal berdua di rumah, dan aku pun memperhatikan paras dewi yang cantik serta bentuk tubuhnya yang indah. saat istriku sudah pergi untuk bembeli keperluan dapur. saat itu aku menghampiri dewi dan berbasah-basih dengan nya.
Dan Kemudian aku pegang tangan Dewi dan aneh dia tidak menolak sedikit demi sedikit juga bicara. Sesekali aku pegang penisku yang nggak tahan lagi. Dan aku berkata pada nya, wi bagai mana jika kita masuk kemar. dia pun memjawab,
"iya pak.."
Dan saat sudah sampai di kamar. Dia hanya terdiam, di dalam kamar itu. Aku mengunci pintu, Dewi pun duduk di sofa, dan berkata kenapa pintu di kunci pak, ” tanyanya.
pertanyaan yang sangat polos, dan saya pun berkta “ udah kamu tenang aja, bapak mau nyenengin kamu nurut aja semua kata-kata bapak, nanti bapak kirim uang buat ibumu di desa… , ”
Dan dewi pun menjawab “ iya pak… , ” (benar-benar lugu dan tanpa perlawanan)
Aku menyuruhnya untuk membuka baju dan rok panjangnya, dia nurut. Dia hanya memakai bra dan celana dalam. Penisku berdiri tegak memandangi kemulusan tubuh Dewi yang polos itu. Aku melepas celana dan pakaiannku,Dewi berbaring di ranjang.
Dan aku pun mencium bibir mungilnya, dia tampak binggung. Nikmat banget bibirnya, penisku mengenai memek perawan itu. Dia bergerak seperti terkejut karena penisku mengenai memeknya. Aku buka bra Dewi payudara perawan yang masih kencang, putingnya kecil aku mainkan. Tanganku meremas payudara Dewi, wajah memerah dan mendesah lirih,
"ahhh.."
"enak kan nak. nurut aja sama bapak ya.."
Tanpa jawaban Dewi hanya diam menikmati wajahnya merah dengan sedikit rasa takut. Aku mencium payudaranya, aku julurkan lidahku di puttingnya. Tubuh mungil semakin menggeliat, tampak dia sangat menikmati. Aku putar-putar lidahku menggelilingi putting payudara Dewi. Aku kulum lama banget hingga merah , Dewi semakin nggak kuat menahan, tubuhnya terus bergerak.
Dia pun sudah dikuasai oleh nafsu, tangannya memegang wajahku yang sedang asyik mengulum putting nya,
“ ahhhh… ahhh, ”
Aku terus mencoba membangkitkan gairah Dewi. Aku kecup kedua payudara Dewi, tampak merah-merah kecupan bibirku. Aku turunke bawah hingga pusarnya, semakin terlihat Dewi begairah. Aku buka celana dalam Dewi yang tipis itu. Aku buka jari-jariku mencari lubang kenikmatan Dewi. Tanganku terus bermain Dewi mendesah dengan keras,
“ ooooooohhhh…oooohhhh…pak sudah pak… “ tahan Dewi… pasti akan lebih nikmat…, ”
Aku menciumi memek Dewi yang masih polos itu tanpa rambut sedikitpun. Aku terus mengulum lubang memeknya, tanpak Dewi pasrah,
“ ahhhhh…ahhhhh…… , ”
Aku mencoba memasukkan penisku ke dalam lubang memek Dewi, aku putar-putar terus hingga licin. Rasanya nikmat banget, udah pengen masuk ke lubang itu. Tapi dengan pelan-pelan aku memasukkan karena masih perawan. Ujung penisku sedikit masuk,
“ ahhh… ahhh sakit pak…, ”raut wajah Dewi yang kesakitan dan menikmati terpancar.
Aku terus mencoba memasukkan,
“ ahhhhh…, ”
Dan Keluarlah sedikit cairan bercampur darah aku berhasil merenggut keperawanan Dewi. Aku treus mendorong penisku masuk kedalam,
“ ahhhh…ahhhhh…., ” Hanya desahan yang bisa Dewi berikan.
Terus keluar masuk penisku, mempompa ke dalam. Tak leme kemudian keluar spermaku…
“ croooottt…croooottt……, ”
Aku semprotkan sperma ke dada Dewi, Dewi tampak lemas. Dia hanya berbaring dengan memejamkan matanya. Aku membersihkan Dewi, kemudian membangunkannya. Aku ajak dia pulang karena sudah jam 2 siang. Sesampainya di rumah istriku sudah menunggu di teras. Untung saja nggak banyak bicara dia percaya aja sama aku.
Sejak saat itu aku memberikan pengertian kepada Dewi, aku beri dia Handphone. Di dalam handphone ada viedo-video porno biar Dewi belajar cara ngeseks yang bikin nikmat pasangannya. Dewi semakin pintar bermain seks, sesekali ada kesempatan aku dan dia berhubungan layaknya suami istri. Dewi pun ketagihan denganku, dia melakukkanseks pertama kali sama aku.
Sekarang dia jadi milikku seutuhnya, hanya aku laki-laki satu-satunya yang menikmati keindahan tubuh Dewi. Semenjak tinggal di rumah Dewi terlihat sedikit gemuk. Bagian-bagian tertentu semakin besar, payudara yang kecil menjadi sangat montok karena setiap hari aku remas dan elus. Dewi juga pandai melihat situasi dan kondisi.
Aku dan dia menjalin hubungan yang sangat lama, Dewi pun enggan menikah dengan orang lain. Dia hanya meluapkan nafsunya dengan aku. Semakin hari semakin lihay bermain seks, memuaskan gairahku juga sangat lincah. ini adalah pengalaman ku.
Selesai..
Posting Komentar